Untuk Nazma





Ada sebuah kisah tentang seorang anak perempuan, sebut saja namanya Nazma. Beberapa bulan belakangan ini dia mengalami kejadian yang tidak biasa dalam hidupnya. Sejak bulan Februari lalu hingga detik ini dia mengalami berbagai kejadian yang menyadarkan dirinya bahwa ternyata dirinya kini sudah bukan anak kecil lagi, dirinya kini sudah memasuki fase dewasa. Benarlah apa yang dikatakan orang-orang bahwa menjadi tua itu pasti, tapi menjadi dewasa adalah pilihan.

Diusianya yang mulai beranjak dewasa dia mulai belajar untuk menghilangkan sifat kekanak-kanakannya yang begitu melekat dalam dirinya. Ya, jiwa kekanak-kanakannya sangat kental. Jika dalam satu area ada perkumpulan ibu-ibu, bapak-bapak, orang dewasa, remaja, dan anak-anak, maka dia akan memilih untuk berkumpul bersama dengan anak-anak. Ntah karena dia suka anak-anak atau karena jiwa kenak-kanakannya masih kental. Setiap orang yang mengatakan, “Nazma, kamu itu udah besar, udah dewasa, kamu harus segera bla…bla…bla….”. Dengan santainya Nazma selalu menjawab, “Aku kan masih anak kecil….^^”. Hhh…., itulah Nazma. Menurut saya dia pribadi yang unik. Walau sifat kanak2nya sering muncul, tapi dia cukup bisa menempatkan diri kapan sifat kekanak-kanakannya itu harus disimpan dulu.

Hingga Februari itu datang…

Disinilah awal mula hadirnya berbagai kejadian yang membuatnya memaksakan diri untuk berpikir tentang sebuah masa depan… Dia meng-edit kembali mimpi-mimpinya… Ada mimpi yang tetap bertahan, ada juga mimpi yang harus tereleminasi, tapi lebih banyak lagi mimpi-mimpi yang baru hadir… welcome the new dreams….

Sejak Februari menghampiri, Nazma mulai memutar otaknya. Jika dulu dia bisa bersikap cuek dan tidak peduli dengan hal yang datang di bulan Februari ini, maka kali ini dia harus membuat otaknya bekerja keras untuk menentukan suatu pilihan, menentukan suatu keputusan. Dan hal ini ternyata tidak hanya terjadi bulan Februari, tapi dibulan-bulan berikutnya. Mei, Juni, Juli, dan Agustus adalah bulan yang membuat otaknya terpaksa semakin dibikin pusing, bulan dimana pikirannya harus kerja rodi untuk menentukan masa depannya. Hingga akhirnya dia sadar bahwa inilah kejadian-kejadian yang dialami oleh orang dewasa… hhhuufffttt…. Sempat terbesit difikirannya untuk reinkarnasi ke masa kecilnya dulu... hidup tanpa masalah. Otak ga usah capek2 mikir. Kerjaannya cuma main, makan, nangis, ketawa. It’s better than become an adult.

Kesadaran untuk bisa memaknai hidup memang harus di-refresh terus. Manusia memang perlu senantiasa diingatkan. Dan Nazma kembali diingatkan akan arti sebuah kehidupan ketika ia menghadiri suatu forum yang menurutnya forum ini sungguh menggugah dan menyadarkannya dari lamunan panjang yang sempat menghampirinya…

You are the creator of your own
Hidup hanya boleh dinikmati oleh mereka yang menikmatinya,
bukan oleh mereka yang hanya numpang hidup

Nazma sebenarnya sudah tau betul tentang makna hidup. Tapi…., ya begitulah Nazma. Saya sendiri bingung bagaimana menjelaskan sosok seorang Nazma ini. Namun yang pasti, hidup telah mengajarkannya banyak hal tentang kehidupan itu sendiri.

Perjalanan hidup yang dialaminya kini sungguh diluar dugaannya. Allah menakdirkan dia untuk bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Banyak sosok-sosok inspiratif yang hadir dihadapannya. Bahkan teman-temannya pun adalah orang-orang yang luar biasa. Tapi semuanya kembali pada dirinya sendiri. Because herself who creats her life. Mungkin selama ini usahanya masih kurang sehingga ia merasa masih belum menjadi apa-apa dan merasa belum memberikan sesuatu yang berarti dalam hidupnya.

Maka, inilah saatnya…

Ketika berbagai kejadian telah terjadi, itulah takdir Allah. Maka bukan tanpa rencana jika Allah menakdirkan Nazma mengalami berbagai kejadian luar biasa selama hampir 7 bulan ini. Semua terjadi atas kehendakNya. Suatu saat nanti Allah akan menunjukkan kuasaNya, akan menjadi apakah sosok seorang Nazma beberapa waktu ke depan….???

Saya banyak belajar dari sosok seorang Nazma ini. Benar jika dikatakan bahwa bukan tanpa rencana Allah menakdirkan kita lahir ke dunia ini. Pasti ada rencana Allah. Dan ketika Allah berencana menjadikan kita “sesuatu” di dunia ini, Allah pula yang akan memberikan kita potensi untuk menjadi “sesuatu” itu. Mari kita menyadari bahwa bukan dengan main-main Allah menghidupkan kita, bukan dengan sia-sia Allah menghidupkan kita, dan bukan tanpa tujuan pula Allah menghidupkan kita. Allah punya misi atas kita…

Maka sungguh merugi orang yang hidup ini hanya numpang hidup. Sungguh terlalu orang yang cuma nunggu mati tanpa berbuat manfaat. Kita semua mengaku paham betul bahwa hanya ada dua pilihan dalami hidup ini, surga atau nereka. Lalu, apa yang kemudian kita lakukan…??? Saya rasa kita sudah cukup dewasa untuk bisa memahami hidup ini dan sudah cukup dewasa juga untuk menentukan pilihan hidup kita.

Untuk Nazma…,
Selamat menjalani hidup menjadi orang dewasa. Beruntunglah menjadi orang dewasa karena itu artinya akal kita bekerja, tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk kebermanfaatan orang banyak.

Untuk Nazma…,
Bangunlah dari lamunan panjangmu. Jika kamu tidak disibukkan dengan kebaikan, maka kamu akan sibuk dengan keburukan. So, wake up, wake up, wake up….!!!!

Untuk Nazma…,
Kamu adalah pemuda. Dan pemudalah yang akan berperan dalam membangun negeri ini. Sejarah akan terus berulang dan setiap zaman ada para pejuangnya. Maka, hanya ada dua pilihan, menjadi generasi yang tergantikan atau menjadi generasi yang menggantikan…???!!!

Untuk Nazma…,
Orang sukses adalah orang yang lebih sering gagal daripada orang gagal. Maka teruslah berusaha, karena justru kegagalan itu, ujian-ujian itu, yang akan membuatmu semakin kuat dan yang mengantarkanmu menuju keberhasilan dan kebahgiaan yang hakiki.

Untuk Nazma….,
Engkau tidak perlu khawatir dengan takdirmu. Fokuslah untuk memperbaiki dirimu, karena janji Allah itu pasti. Yakinlah ada yang terbaik yang telah disediakan untukmu.

Yakinlah bersama kesulitan ada kemudahan dan cukuplah Allah menjadi penyemangat bagimu.
“Jika kamu menolong Agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (Muhammad : 7)

Sukabumi, Agustus 2013/Ramadhan 1434 H

Oleh : Elsa Dwi Juliana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar