Tulisan ini saya buat beberapa minggu lalu. Semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi... selamat membaca...
Sobat, bagaimana kabar iman hari ini…??? Semoga Allah senantiasa menjaga hati2 kita…
Tiga hari kemarin saya dapet kesempatan untuk belajar full day tentang satu tema. Klo biasanya saya menjadi tim pelaksana, kali ini saya yang jadi peserta….^^ Yaa….itung2 mengisi waktu luang sebelum jadwal harian saya yang akan segera terisi penuh setiap harinya di bulan Juli nanti,,, (eeeaaa……, insyaallah…).
Menjadi alumni mahasiswa (red: pengacara ^^) memang mengasyikkan. Mungkin di awal sempat agak stress, tapi ketika kita (kita…..???) bisa memanfaatkn waktu, maka hari2 itu akan sangat istimewa. Bayangkan saja, kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan. Berbakti kepada orang tua, full. Disuruh inilah, itulah…., kerjain ini, kerjain ono, nikmati saja…. Mumpung di rumah. Klo ada kegiatan yang belum sempat dilakukan ketika menjadi mahasiswa, maka setelah menjabat sebagai alumni, kegiatan itu bisa kita lakukan. Menghadiri seminar misalnya, SKSD sama tetangga, bisnis, atau mungkin hanya sekedar jalan-jalan…. Mengasyikkan bukan…?! :D Uupsss…, ko malah curhat ya…. hhee… :D
Well, saya mau berbagi sedikit mengenai salah satu materi yang menurut saya materi yang satu ini adalah materi paling menarik diantara semua materi yang juga menarik lainnya. Menerima materi ini saya merasa semangat kembali hadir, mimpi2 saya kembali terpampang nyata di hadapan saya setelah beberapa waktu yang lalu mimpi itu sempat bersembunyi atau agak ‘gengsi’ untuk muncul kembali… Semoga apa yang saya tangkap tidak melenceng dari jalur… hhee… Penasaran tentang apa materinya….???? Lets prepare our empty glass…. This is it……. “LIVE MAKER”
“Kehidupan ini hanya boleh dinikmati dan dimiliki oleh mereka yang membuatnya”
“Orang yang membuat kehidupan tidak sama dengan orang yang numpang hidup”
Hhmmmm…., apa yang terbesit dalam pikiran kita ketika membaca dua kalimat di atas….???
Next, mana yang lebih kita sukai diantara dua pertanyaan di bawah ini..?
“Who are you…?”
“What have you done….?”
Sobat, kelak di akhirat nanti diceritakan ada tiga golongan orang yang Allah bertanya kepada mereka. Tiga golongan itu adalah para pejuang, para dermawan, dan para guru. Kepada ketiga golongan itu Allah mengatakan bahwa mereka tidak layak masuk surga. Karuan saja mereka mengelak karena mereka merasa telah memberikan kontribusi terbaik. Para pejuang bertanya kepada Allah kenapa mereka tidak bisa masuk surga padahal mereka telah berjuang dengan susah payah. Begitupun dengan para dermawan, mereka merasa layak masuk surga karena mereka telah menginfakkan hartanya yang banyak itu. Hal yang serupa ditanyakan oleh para guru, karena mereka merasa telah mengamalkan ilmu yang mereka miliki kepada anak didiknya. Namun apa jawaban Allah….? Allah mengatakan bahwa mereka melakukan itu bukan karena Allah, tapi mereka melakukan itu hanya karena ingin dianggap hebat oleh manusia, ingin dianggap dermawan di mata manusia, ingin dianggap baik di hadapan manusia.
“Barang siapa yang beramal sholeh baik laki-laki maupun perempuan dan ia beriman, maka Kami hidupkan ia dengan kehidupan yang lebih baik dan Kami akan membalas mereka dengan memberikan pahala yang lebih dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An nahl : 97)
Sobat…, kita mau menjadi apa, itu adalah hak Allah. Tapi apa yang bisa kita kerjakan , itu adalah bagian kita.
Pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri mengenai hal yang sangat sederhana.
“Kenapa ya Allah melahirkan saya ke dunia…?”,
“kenapa ya Allah melahirkan saya di keluarga yang kondisinya seperti ini?”,
“kenapa ya saya dilahirkan di negara yang namanya Indonesia….?”.
ketika pertanyaan itu muncul, maka sesungguhnya kita sedang menyusun misi hidup kita.
Jika saat ini kita adalah seorang anak dari ke dua orang tua kita, jika saat ini kita adalah bagian dari warga di daerah tempat kita tinggal, jika saat ini kita adalah bagian dari masyarakat Indonesia, jika saat ini kita adalah seorang karyawan, jika saat ini kita adalah seorang pengusaha, atau jika saat ini kita adalah seorang mahasiswa, maka lakukankah peran kita itu dengan sebaik mungkin. Itulah misi. Akan menjadi apa kita nanti, maka itulah visi.
Sobat, para sahabat Rasulullah saw ketika mereka selesai dari perkumpulan (liqo’at) mereka, surga dan neraka seolah-olah ada di depan mata mereka. Itulah proses penguatan. Misi kita perlu senantiasa diperkuat. Maka, jadikanlah rumah kita sebagai surga (visi), agar misi kita senantiasa semakin kuat.
Sobat yang Allah cintai, agar kita optimal dalam melakukan peran kita, maka perbesarlah wadah. Semakin besar wadah, semakin banyak kemungkinan yang kita dapatkan. Nyampe ga maksud dari kalimat ini…??? Hheee… Begini maksudnya, memperbesar wadah itu berbanding lurus dengan keimanan kita. Kita tahu betul bukan bahwa Allah Maha baik, Allah Maha pengasih, Allah Maha pemberi terbaik..?! maka perbesarlah wadah dengan berbuat baik, karena dengan berbuat baik Allah akan membalas kebaikan kita, ntah itu dengan memberikan jalan keluar dari setiap persoalan hidup kita, atau dengan caraNya yang lain. Perbesarlah wadah dengan berdoa untuk orang-orang disekeliling kita, karena doa itu akan kembali kepada kita. Dengan memperbesar wadah, kesempatan yang Allah berikan kepada kita akan lebih banyak lagi…
You are the creator of your own
Wake up….!!!
Always act like you are wearing an invisible own
Sobat, menurut hasil penelitian, rata-rata usia manusia 69,4 tahun. Tapi masalahnya adalah banyak orang yang tidak mencapai hingga usia tersebut. Lihatlah Rosulullah dan para sahabat, walau mereka telah tiada, tapi mereka seolah-oleh tetap hidup hingga saat ini. Lihatlah Jendral Soedirman, walau meninggal di usia muda (34 tahun), tapi usianya melebihi usia biologisnya. Tidakkah kita ingin seperti itu…???
Kematian semakin dekat seiring dengan terus bertambahnya hari2 yang kita lalui.
So, what have we done…???
Bangsa ini memerlukan sentuhan dakwah untuk menghadirkan taman firdaus di nusantara. Sungguh indah bukan kalimat itu…?! Sentuhan dakwah untuk menghadirkan taman firdaus di Indonesia (hhh….meleleh rasanya hati ini….). Tapi sobat, agar itu bisa tercapai, maka bagaimana caranya agar penghuninya juga harus layak. The key is Alquran. Pelajari Alquran.
Inna lil muttaqiina mafaza….
Innal abroro lafi na’im…
Sobat, mari kita letakkan diri kita tidak hanya untuk diri kita sendiri, tapi juga untuk orang lain. Karena kita adalah actor/aktris dari kehidupan kita.
Pantaskanlah diri kita untuk menjadi ahlul jannah. Tidakkah surga begitu menggiurkan….??? Tidakkah kita ingin bertemu dengan Dia yang mnciptakan kita, dengan Dia yang memelihara kita, dengan Dia yang selalu baik pada kita, dengan Dia yang mencintai kita….???? Tidakkah kita merindukanNya…???
Berapa banyak orang kaya tapi bermental orang miskin dan berapa banyak orang miskin yang bermental orang kaya. Maka, jika kita ingin menjadi orang kaya, persiapkanlah mental orang kaya yang sesungguhnya.
Bukan posisi, tapi PERAN…!!! Tanamlah kebaikan, karena kebaikan itu memerlukan prolog kebaikan What have you done……???????
Semoga bermanfaat…
Oleh : Pak R. Agung Wibowo, dengan sedikit tambahan
Edited by : Elsa Dwi Juliana