Ruangan itu tidak terlalu luas, tapi bagi mereka ruangan itu cukup nyaman. Ya..lumayanlah untuk jadi tempat nongkrong 3 orang pemuda ini. Hampir semua meja terisi penuh oleh insan2 yang ingin mengisi perut kosongnya dengan sop gulungan daging sapi dan segelas minuman menyegarkan.Tapi bagi mereka bertiga kondisi itu justru menguntungkan. Semakin ramai, semakin banyak suara, maka mereka bebas bercerita tanpa perlu khawatir ada yang mendengar pembicaraan rahasia mereka.
Selesai menghadiri acara buka bareng salah satu forum SMA yang menghasilkan keputusan "menggelegar", 3 pemuda ini melangkahkan kaki ke tmpat trakhir kebersamaan mereka hari itu sebelum akhirnya kembali ke rumah masing2.
Dilihat dari wajahnya sih wajah bingung campur galau...
Pastes aja yuki sejak sore tadi kepalanya pusing, wong ternyata ada yang lg dipikirin...
Eh, ternyata juang juga sama. Memikirkan suatu kejadian "wow" yg begitu "prikitiw"
Klo pandu gimana ya? Yuki bilang sih sbg penetralisir... jadilah pandu berubah menjadi "pandu keadilan" yg berusha menetralkan kebingungan mereka. Padahal pandu ga kalah bingungnya dg yuki n juang. Hhuuaallaahh....
Hhh...., pada dasarnya ketiga pemuda ini sama2 belum siap dengan kenyataan yg mereka alami. Usia mereka udah bukan usia abg lagi, bukan lagi remaja, apalagi bocah ingusan. Masalah dan kejadian yang datang sbnrnya sesuai dengan usia mereka.
Ya, mereka baru menyadari bahwa ternyata mereka telah dewasa. Namun kedewasaan mereka belum diimbangi dengan kesiapan.
Akhirnya otak mereka harus segera menyeimbangkan dengan kenyataan yang ada.
Ya, mereka kini telah dewasa. Tanggung jawab itu mulai ada. Tanggung jawab baru yang berbeda dengan tanggung jawab sebelumnya.
Ya, mereka kini telah dewasa. Mereka menjadi sasaran masalah-masalah yang biasanya menghampiri orang dewasa.
Ya, mereka kini telah dewasa. Banyak hal dan persepsi hidup yang harus segera diperbaharui.
Ya, mereka kini telah dewasa. Saatnya mereka untuk bisa berpikir matang dan berani mengambil keputusan secara bijak.
Yuki, Juang, dan Pandu yang dulu bisa santai2 saja menjalani hidup, bisa dengan mudah menghadapi tantangan yg ada, kini harus menguras pikiran dan perasaan mereka untuk menentukan suatu keputusan demi masa depan mereka.
Satu hal yang harus selalu mereka ingat, Allah Maha Mengatur segalanya. Libatkan Allah dalam setiap langkah kehidupan... ketika Allah menjadi tempat bergantung, everything will b easy...
Wahai pemuda, selamat menjalani hari-hari menjadi orang dewasa...
This is the real life...
You are the creator of your own...
Oleh: Elsa Dwi Juliana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar